Langsung ke konten utama

Postingan

Patah Hati

Pernah suatu ketika kamu bilang, "Cinta itu datangnya dari hati, Dit. Nggak bisa dipaksa. Bukan sekedar karena fisik apalagi materi." Aku hanya tersenyum. Tidak berkomentar. Aku tahu kamu sedang membela diri. Membenarkan tindakanmu yang baru saja menolak cinta Dito. "Dan kadang cinta yang datangnya dari hati juga bikin kita sulit melepaskan. Bahkan meskipun nggak ada lagi yang bisa kita genggam." Kamu kembali membela diri. Bahwa kepergian Alan tidak serta merta membuat cintamu ikut pergi. Aku menyeruput cappucino pesananku. Uapnya sudah hilang, menyebar ke langit-langit tempat ini. Mencoba menjeda suasana yang serba canggung. Sejak aku menyadari kekalahanku atasmu tahun lalu. Bukan hal mudah bagiku untuk memberi kamu nasihat tentang cinta. Mungkin aku yang seharusnya dinasihati. Bahwa pertemanan ini harus kembali ke asalnya. Tidak boleh dicampuradukkan dengan masalah hati. Tapi seperti yang kamu bilang. Cinta datang dari hati. Hadir tanpa pernah diminta. M...

Surat Penerimaan Pengunduran Diri Mencintai

Hai Dana. Sudah lama sejak kita pernah saling dekat. Aku telah membaca surat pengunduran diri darimu. Dan aku menerima semua itu. Meski dalam beberapa kalimat aku merasa terpojok. Merasa bahwa aku begitu jahat padamu. Merasa bahwa akulah tokoh antagonisnya di sini. Jujur saja aku menangis kala membaca surat itu. Kau benar. Aku mungkin tak peka. Bahwa kebohongan yang kupikir akan membuat semuanya baik-baik saja. Ternyata malah melukaimu begitu dalam. Aku tahu kau pria yang baik. Orang yang akan mengusahakan apapun untukku. Tapi kau perlu tahu satu hal. Tak mudah bagiku untuk menentukan pilihan. Tak mudah bagiku untuk kemudian berpaling darimu. Jika kau tanya apakah aku pernah merasa mencintaimu sekali saja? Wanita mana yang tak luluh hatinya jika mendapatkan perhatian sedemikian rupa darimu. Jika kau pikir perhatian manis dariku itu hanya dusta. Kau salah, ada masa ketika sebenarnya perasaanmu kubalas. Meski kau mungkin tak tahu. Wanita tidak bisa sama seperti pria, Dana. Merek...

Surat Pengunduran Diri Mencintai

Teruntuk kau... Aku terbaring di kamar kecilku. Semua yang kurasa adalah pengap, gelap, dan sesak. Ini perihal 'kau' dan dia. Barangkali kau tak tahu bagaimana rasanya menunggu. Jika ada yang bilang cinta harus dikatakan. Itu benar. Dan aku sudah mengatakannya padamu. Kupikir kau penganut 'cinta dalam diam'. Maka tak apalah hubungan kita tetap seperti ini asal kita selalu dekat. Tapi ternyata kau lebih rumit dari fisika. Yang kuharap hanyalah sederhana. Aku bukan detektif hebat yang bisa membaca kode-kode cantik darimu. Aku juga bukan superhero yang selalu hebat dalam hal mencintaimu. Bukan pula orang sakti yang kebal dari patah hati. Aku hanya orang biasa, yang dengannya aku mencintaimu. Semua orang tahu itu, dan aku yakin kau juga. Aku masih ingat saat kau minta dibelikan ramen . Dan akupun datang ke rumahmu dengan membawa ramen kesukaanmu. Aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit kejadian lalu. Tidak. Aku hanya ingin bilang. Hal-hal seperti itulah yang bisa kulak...

Ra-Can, Makhluk Aneh dari Mars

Namanya Kina-Ra Candita. Makhluk aneh yang ngakunya datang dari Mars. Dia spesies terakhir yang tinggal di bumi. Dan sekarang tengah akting jadi kawanku. Mengenalinya tak susah. Dia punya wajah bulat bakso dengan postur tubuh medium lebih sedikit (banyak). Tingginya sekitar 160 (kurang lebih). Kalau senyum sangat lebar. Giginya di behel total. Tingkahnya nyleneh. Kalau ketawa seperti ketawanya ‘ Bernard Bear ’ , hihihihi... Pokoknya kalau di tempat umum, sekali lihat kamu akan tahu kalau itu dia. Ku beri gambaran singkat tentang dia. Pernah suatu ketika dia dilanda flu parah yang membuat hidungnya penuh ingus. Yang setiap bersin ingusnya keluar semua. Tiba-tiba ia bilang padaku setengah teriak, “ buatkan aku kotak dari kertas dong !” Aku menurut saja tanpa banyak tanya. Karena suaranya sengau dan kalau bicara tidak jelas. Kau tahu kotak itu buat apa? Buat menampung tisu yang penuh ingus. Ditengah pelajaran dia ber sisi ria (maksudku mengeluarkan ingus dengan suara keras) tanpa m...

Aku dan Koin Limaratus Perak

Senin suntuk. Aku kembali berjalan. Menyusuri jalan lengang. Sambil menyapa pepohonan di pinggir jalan. Tiba-tiba ada koin limaratusan tergeletak di tengah jalan, manggil-manggil. Aku samperi dia. Kutanya, kamu punya siapa? Dia diam. Kujongkok biar lebih dekat, ku tanya lagi, kamu punya siapa? Dianya tetap diam. Kutinggal. Tahu mengapa? Sebab dia ditikungan, dan aku tidak tau punya siapa. Nanti-nanti kalau tidak ditikungan kuambil. Biar nggak dibilang nikung. Di tengah jalan, hujan tiba-tiba mengguyur tanpa aba-aba. Di depan mataku air hujan berjatuhan sambil berdada ria. Dan aku berlari. Berlari dari kenyataan bahwa aku akan kehujanan. Kutengok sana-sini tak ada tempat berteduh. Dan aku harus merelakan diri untuk basah kuyup kehujanan. Lalu kuputuskan mampir di bawah pohon(entah pohon apa aku tak tau namanya). Kau tau. Apa yang baru kualami adalah hal yang sering dialami remaja zaman sekarang. Ibaratkan jalan yang kususuri adalah kehidupan. Uang yang kutemukan adalah dia yang hil...

Mata Air

Apa yang paling menentukan dalam sebuah pendidikan. Bukan. Apa yang menjadi ujung tombak dari sekolah yang setiap hari kita kunjungi. Bapak bilang ia adalah guru. Sebuah buku berjalan yang akan memberimu wawasan. Pertanyaannya guru seperti apa yang kita butuhkan? ***             Namaku Lea. Usiaku 17. Anak kelas tiga. Jurusan bahasa. Dalam waktu sehari hidupku yang biasa menjadi luar biasa. Nyatanya hidup memang suka ngajak bercanda. Dengan cara yang tidak lucu. Hidupku berubah haluan seratus delapanpuluh derajat ketika bapak meninggal. Sesuatu yang tak pernah masuk daftar rencana. Kematian bapak. Seperti kejatuhan meteor. Hidupku berantakan. Tidak ada bapak, tidak ada penghasilan. Tidak ada uang, tidak ada biaya kuliah. Seketika semua perjalanan menuju tempat yang sama. Bekerja. Pendidikan adalah sebuah kemewahan yang tak kan sanggup kami beli.             Lu...

Jomblo Nikung

Ke kamu aku nggak bisa bilang. Kalau aku mencintaimu. Tapi aku bilang ke semua orang yang kukenal siapa tau dia kenal kamu. Terus bilang kalau aku pernah begitu amat mencintaimu. Atau jangan jangan kamu sudah tahu. Ah apa peduliku. Kata Dilan, aku mencintaimu itu urusanku, bagaimana kamu ke aku itu urusanmu. Kau tau pujaan hatiku---yang tak tau aku memujamu---aku sedang sendiri di sini. Meresapi sunyi. Mencoba bertelepati denganmu. Berharap kamu dengar pas aku bilang, aku rindu kamu. Hai Saka... Ini aku setelah tak berdaya mencintaimu. Kamu pernah bilang kalau semua perhatian kecil itu akan kurindukan. Dan kamu pun benar. Hari ini aku tengah menyeruput secangkir coklat panas, diiringi kokok ayam tetangga. Tiba-tiba melihat kelebat angin yang membawa hujan sebagai kau. Ah, andai kau tau setiap saat aku merasa terintimidasi olehmu. Bagaimana kau tiba-tiba hadir dan dengan manja menggelayuti hatiku. Aku terintimidasi setiap kali bertemu denganmu meskipun tak sengaja. Kau tau kenapa? Ka...